Website Panduan Kesehatan dan Kecantikan

6 Jenis Tanaman Obat Diabetes Yang Ampuh Dan Mudah Didapat

 jenis tanaman obat diabetes

Terdapat empat pilar penanganan pasien diabetes, pilar yang pertama adalah edukasi. Edukasi diperlukan untuk pasien karena diabetes adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol. Ini perlu dilakukan agar pasien terhindar dari komplikasi diabetes seperti gagal ginjal, kebutaan, dan disfungsi saraf.

Pilar kedua adalah berolahraga. Olahraga atau aktivitas intensitas sedang dapat membantu mengubah gula yang kita makan menjadi energi. Dengan begitu gula tidak terlalu banyak berada dalam tubuh.

Pilar ketiga adalah makanan. Pasien diabetes memang perlu menjaga makanan. Namun, bukan berarti Anda pantang semua makanan manis dan nasi.

Baca Juga: Kandungan Dalam Beras Merah

Anda tetap bisa mengonsumsi makanan manis namun dengan porsi yang sudah ditakar tiap porsinya. Hal ini dapat Anda konsultasikan kepada dokter atau ahli gizi Anda. Selain itu, ada baiknya Anda mengetahui beberapa tanaman yang dapat membantu pasien diabetes melitus menjaga kadar gula darah dalam tubuhnya.

Jenis Tanaman Obat Diabetes

Pilar keempat adalah obat-obatan diabetes yang hanya boleh diresepkan oleh dokter. Terapi diabetes dapat bermacam-macam termasuk menggunakan tanaman untuk membantu mengatasi diabetes. Berikut adalah beberapa tanaman yang dapat membantu pasien diabetes mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi diabetes.

1. Ginseng.

 jenis tanaman obat diabetes yaitu tanaman ginseng

Beberapa tipe tanaman dianggap sebagai ginseng. Namun, penelitian mengenai ginseng dan diabetes yang paling sering diteliti adalah ginseng Amerika. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ginseng dapat menurunkan kadar gula darah puasa dan 2 jam sesudah makan.

Selain itu ginseng menurunkan kadar HBa1C pada pasien diabetes yang mengonsumsi ginseng. HBa1C adalah hemoglobin yang terglikasi karena kadar gula darah yang tinggi. HBa1C menunjukan kontrol gula darah pasien selama 3 bulan.

2. Gandum utuh, kacang dan sayuran berdaun hijau.

Tanaman ini kaya akan magnesium. Defisiensi magnesium akan memperburuk kontrol gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Kekurangan magnesium akan memengaruhi kinerja insulin untuk menyimpan gula darah ke dalam jaringan.

Selain itu, resistensi insulin jaringan akan meningkat karena kekurangan magnesium. Orang sehat yang mengonsumsi magnesium akan terhindar dari risiko menderita diabetes tipe II.

3. Kayu manis, cengkeh dan kopi

Ketiga jenis bahan makanan tersebut dapat membantu melawan inflamasi atau peradangan serta membantu kerja insulin. Inflamasi menjadi dasar terjadi sumbatan pembuluh darah pada pasien diabetes sehingga memunculkan sejumlah komplikasi di berbagai organ, seperti pada mata, ginjal, dan saraf tepi.

Pada sebuah penelitian, kayu manis meningkatkan metabolisme glukosa dengan memicu pelepasan insulin. Minyak cengkeh telah diteliti dapat meningkatkan fungsi insulin dan menurunkan kadar glukosa, kolesterol total, LDL dan trigliserida. Kafein yang terkandung dalam kopi meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko berkembangnya diabetes tipe II.

Baca Juga: Manfaat Pare

4. Fenugreek

 jenis tanaman obat diabetes yaitu tanaman fenugreek

Fenugreek atau kelabet atau klabat adalah tanaman yang bijinya sering digunakan sebagai bumbu masakan di Timur tengah, Mesir dan India. Biji fenugreek digunakan untuk terapi diabetes dan kolesterol. Fenugreek digunakan untuk menyembuhkan diabetes selama bertahun-tahun.

Penelitian menunjukan bahwa fenugreek dapat menurunkan gula darah setelah makan. Fenugreek juga dapat meningkatkan kolesterol baik HDL dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Kolesterol jahat yang tinggi merupakan dasar patogenesis komplikasi pada pasien diabetes.

Beberapa orang mengonsumsi biji fenugreek sebanyak 10-15 gram untuk diabetes. Efek samping mengonsumsi biji fenugreek yang terlalu banyak adalah sakit perut dan perut kembung.

Wanita yang sedang hamil atau menyusui, anak kecil dan orang yang memiliki penyakit liver dan ginjal sebaiknya tidak mengonsumsi tanaman ini. Ketika Anda mengonsumsi biji tanaman ini dengan teratur, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda karena biji fenugreek dapat berinteraksi dengan insulin dan obat diabetes yang lain.

5. Mormordica charantia atau pare.

Pare memiliki beberapa zat aktif yang memberikan efek antihiperglikemik. Zat aktif yang memberikan efek hipoglikemik adalah charantin dan polypeptide-p. Selain itu, pare mengandung antioksidan berupa phenolic dan flavoinoid yang mampu menghambat efek buruk radikal bebas pada tubuh.

Oleh karena itu pare sangat baik bagi penderita kencing manis atau diabetes melitus agar terhindar dari komplikasinya karena mampu mengurangi kadar gula darah dan sebagai antioksidan.

Berdasarkan penelitian tahun 2011, mengonsumsi 2000 mg pare selama empat minggu dapat menurunkan gula darah secara signifikan pada penderita diabetes melitus tipe II dan diabetes melitus tipe I. Namun, penderita diabetes sebaiknya tidak menghentikan obat anti diabetesnya dan menggantinya dengan mengonsumsi pare.

Karena obat diabetes lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah sedangkan pare hanya membantu menurunkan. Namun pemakaian berlebihan pare bisa berujung pada komplikasi diabetes, yaitu hipoglikemia jika digunakan bersamaan dengan obat antidiabetes. Konsumsi pare secara rutin dapat meningkatkan ambilan glukosa oleh tubuh dan berujung pada perubahan dosis obat anti diabetes.

Baca Juga: Cara Mengobati Panas Dalam

6. Aloe vera, bawang putih, dan daun basil

Tanaman lain yang telah diteliti memiliki efek terhadap diabetes adalah: aloe vera, bawang putih, serta daun basil. Ketiganya diyakini mampu menurunkan kadar gula dalam darah.

Apakah tanaman- tanaman ini aman untuk dikombinasikan bersamaan dengan obat anti diabetes? Keamanan menggunakan tanaman ini bukan masalah besar karena penggunaannya dapat dijadikan sebagai bumbu masakan seperti bawang putih atau fenugreek.

Berdasarkan tinjauan yang dilakukan oleh Diabetes Care tidak ditemukan efek samping yang buruk dalam penggunaan tanaman ini untuk diabetes. Namun, tetap saja ada kemungkinan terapi herbal ini memiliki interaksi dengan obat antidiabetes yang berakibat buruk terhadap pasien diabetes. Contohnya, jika kerja obat dan tanaman sama-sama menurunkan gula darah yang terlalu jauh, tentu akan menyebabkan hipoglikemia.

Hipoglikemia dapat menyebabkan pasien diabetes tidak sadar atau pingsan terutama setelah menggunakan obat diabetes yang tidak dibarengi dengan makan. Oleh karena itu, penggunaan tanaman dan obat anti diabetes secara bersamaan, perlu hati-hati dan harus dikonsultasikan dengan dokter Anda.

Pencarian Masuk:

  • tanaman paling ampuh untuk diabetes
  • tanaman obat diabetes
  • tanaman obat gula darah
  • obat diabetes alami dari tumbuhan
  • https://geosehat com/jenis-tanaman-obat-diabetes/
  • tanaman herbal untuk diabetes
  • tanaman obat penyakit gula
  • tanaman obat kencing manis
  • daun obat diabetes
  • daun obat kencing manis

Leave A Reply

Your email address will not be published.