Website Panduan Kesehatan dan Kecantikan

4 Teknik Pernafasan Saat Melahirkan Bagi Ibu Hamil Agar Persalinan Lancar

teknik pernfasan saat melahirkan

Melahirkan merupakan salah satu fase yang akan dihadapi oleh wanita. Wanita yang sudah mengandung selama kurang lebih 9 bulan 10 hari akhirnya akan melihat darah dagingnya sendiri melalui satu pergulatan yang (banyak dipercaya) sebagai ajang aduan untuk mempertaruhkan hidup dan mati demi kelahiran satu jiwa baru.

Baca Juga: Gejala dan 4 Cara Mengobati Batu Ginjal Pada Wanita

Teknik Pernafasan Saat Melahirkan

Salah satu hal yang mendukung kesuksesan proses kelahiran seorang bayi adalah ketika sang ibu berhasil menguasai diri dan mengatur nafas.

Mengatur nafas menjadi kunci keberhasilan seorang wanita melahirkan karena kebutuhan oksigen yang cukup mendukung relaksasi selama proses melahirkan agar terasa lebih mudah.

Pentingnya Mengatur Nafas Pada Saat Melahirkan. Seberapa penting mengatur nafas ketika proses melahirkan berlangsung? Teknik pernafasan yang baik memiliki beberapa manfaat bagi ibu yang melahirkan, di antaranya:

  • Bernafas adalah salah satu cara bagi ibu hamil untuk merespon rasa sakit. Ibu yang cerdas dalam mengatur teknik pernafasan cenderung lebih tenang dalam memanajemen rasa sakit selama proses melahirkan.
  • Ibu memiliki kontrol atas dirinya selama proses melahirkan berlangsung.
  • Oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh bisa terdistribusi dengan baik sehingga memberikan kekuatan dan energi baik bagi sang ibu maupun si jabang bayi yang sebenarnya juga ikut berjuang untuk segera keluar dari rahim ibunya.
  • Pernafasan yang tepat mendukung kontraksi agar lebih produktif.

Teknik Tepat Mengatur Nafas Saat Proses Kelahiran. Ada beberapa tahap yang harus diketahui dalam melatih pernafasan agar sukses dalam proses melahirkan. Tahap-tahap tersebut antara lain:

Bagaimana Memulainya? Hal yang wajib diperhatikan dan selalu diingat, baik pada awal maupun akhir kontraksi adalah mengambil nafas dalam, santai, dan bernafaslah.

Teknik ini akan membantu ibu hamil dalam mempertajam fokus sekaligus memberikan asupan oksigen yang cukup bagi bayi, otot, maupun uterus ibu.

Baca Juga: Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas, Sehat dan Pintar

 Teknik Pernafasan untuk fase pertama melahirkan.

teknik pernfasan saat melahirkan fase pertama

1. Slow Breathing

Pernafasan yang lambat dimulai ketika ibu merasa bahwa kontraksi terjadi cukup intens sehingga ibu merasa kesulitan ntuk berjalan maupun berbicara. Langkahnya, ambil nafas sedalam mungkin ketika merasa kontraksi. Fokuskan perhatian ibu untuk bernafas secara pelan.

Ambil nafas dengan menggunakan hidung dan hembuskan perlahan melalui mulut tanpa harus mendesah. Berhenti sementara sampai ibu merasa butuh untuk menarik nafas lagi dan mengulangi teknik ini.

2. Light Accelerated Breathing

Langkah untuk teknik pernafasan satu ini hampir tidak jauh berbeda dengan Slow Breathing. Ambil nafas dalam secepat mungkin ibu merasakan adanya kontraksi.

Fokuskan perhatian ibu dan pelan-pelan tarik nafas melalui hidung dan hembuskan melalui mulut. Tingkatkan pernafasan sejalan dengan kontraksi yang meningkat intensitasnya. Tetap jaga mulut dan bahu dalam keadaan santai.

Seiring dengan peningkatan rate pernafasan sampai pada puncak kontraksi, bernafaslah melalui mulut namun tetaplah jaga intensitas pernafasan 1 kali pernafasan setiap detik. Ketika intensitas kontraksi sudah menurun, secara bertahap dan perlahan pelankan rate pernafasan ibu dan kembalilah untuk menarik nafas melalui hidung dan menghembuskannya melalui mulut.

3. Variable Breathing

Teknik pernafasan satu ini adalah teknik variasi dari pernafasan ringan yang menggabungkan pernafasan cepat dan pernafasan lambat. Biasanya, tipe pernafasan ini akan digunakan pada saat pertama kali ibu merasa kewalahan, kurang bisa membuat diri menjadi santai, atau kelelahan.

Langkah pertama selalu sama, ambillah nafas sedalam mungkin sedini ibu merasakan adanya kontraksi. Lepaskan tekanan sembari ibu menghembuskan nafas.

Fokuskan perhatian ibu pada hal-hal lain seperti foto atau gambar. Ambillah nafas melalui mulut secara cepat dengan frekuensi 5 hingga 20 tarikan per 10 detik selama ibu merasa kontraksi.

Semakin lama, turunkan frekuensi pernafasan tersebut. Ibu juga diperkenankan untuk mengekspresikan kelegaan seperti sembari berkata “fiuh” atau “whoo”. Ketika ibu merasa bahwa kontraksi sudah berakhir, akhiri dengan satu atau dua kali pernafasan yang santai.

Teknik Pernafasan untuk Fase Kedua Melahirkan

teknik pernfasan saat melahirkan fase ke 2

4. Expulsion Breathing

Langkah pertama dari teknik satu ini sama dengan teknik pernafasan sebelumnya. Selalu ambil nafas teratur sedalam mungkin dan sedini ibu merasakan kontraksi. Lepaskan rasa tekanan ketika ibu menghembuskan nafas. Fokuslah pada si jabang bayi yang akan keluar atau imajinasikan bayangan positif lainnya.

Bernafaslah secara perlahan, biarkan kontraksi tersebut mengawal ibu. Ibu bisa meningkatkan atau mempercepat pernafasan senyaman yang ibu rasakan.

Ketika Ibu tidak bisa tahan untuk mendorong, ambillah nafas dalam, meringkuklah dan coba untuk mengedan sembari menahan nafas. Mengerang juga diperbolehkan. Perhatikan bahwa Ibu harus tetap menjaga panggul tetap berada di lantai. Bantu si jabang bayi untuk keluar dengan melepas tekanan yang ada di perineum.

Baca Juga: Manfaat Buah Kiwi Untuk Ibu Hamil

Setelah 5 atau 6 detik, hembuskan nafas dan bernafaslah secara biasa. Seberapa keras ibu mendorong ditentukan oleh sensasi yang dirasakan.

Ibu akan melanjutkan tahap ini sampai kontraksinya mereda. Akan selalu ada rasa untuk mengedan dan mendorong ketika kontraksi berlangsung namun pastikan Ibu selalu bisa bernafas dan menyalurkan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi.

Setelah kontraksi itu berakhir, santaikan tubuh dan ambillah nafas santai

Pencarian Masuk:

  • apakah setiap melahirkan menggunakan oksigen
  • atur pernafasan saat melahirkan
  • Cara membuang nafas saat melahirkan
  • cara mengatur pernafasan saat persalinan
  • Cra brnapas yg bnar saat melahirkan
  • mengatur pernafasan ketika hamil 9bln
  • teknik brnafs saat lhrn
  • teknik pernapasan yg tepat saat proses persalinan
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.